Gubernur Lampung Bersama Kapolda dan Pangdam Lakukan Pendekatan Langsung Kepada Demonstran di DPRD

Lampungcawa, Bandarlampung – Senin (1/9/2025) menjadi hari bersejarah ketika pimpinan tertinggi Provinsi Lampung memilih pendekatan dialogis dalam menghadapi aksi demonstrasi. Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, bersama dengan Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, secara langsung mendatangi massa yang berdemonstrasi di halaman Gedung DPRD Provinsi Lampung.

Sekitar pukul 12.50 WIB, ketiga pejabat tinggi tersebut memutuskan untuk tidak berdiam diri di balik tembok kantor. Mereka turun langsung ke tengah-tengah demonstran dengan tujuan membuka ruang dialog yang konstruktif.

Gubernur yang akrab disapa Mirza ini kemudian mengambil inisiatif untuk mencairkan suasana. Dengan sikap yang ramah, ia mengundang para demonstran untuk duduk bersama dan menyampaikan aspirasi mereka melalui jalur yang damai dan bermartabat.

Setelah situasi menjadi lebih kondusif, para mahasiswa sebagai perwakilan massa aksi membacakan daftar tuntutan mereka yang terdiri dari sepuluh poin. Salah satu isu yang menjadi sorotan utama adalah desakan untuk mempercepat proses pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.

“Buka kawatnya, Pak Kapolres. Kami aman bersama mahasiswa. Hidup mahasiswa!” ungkap Gubernur Mirza dengan penuh semangat, yang langsung mendapat sambutan meriah dari para peserta aksi.

Tidak hanya memberikan ruang untuk berdialog, Gubernur Mirza juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan para demonstran. Ia menginstruksikan jajarannya di Pemerintah Provinsi untuk menyediakan makanan dan minuman bagi massa yang telah meluangkan waktu untuk menyuarakan aspirasinya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan rasa bangganya terhadap cara masyarakat dan mahasiswa Lampung dalam menyampaikan aspirasi.

“Kalian semua telah membuktikan bahwa kita berbeda dengan daerah lain. Kita cinta daerah ini, kita cinta masyarakat, dan kita cinta negara kita,” kata pemimpin Bumi Ruwa Jurai tersebut dengan penuh kebanggaan.

Gubernur Mirza tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memberikan komitmen nyata. Ia menjanjikan bahwa seluruh tuntutan yang disampaikan akan diteruskan ke pemerintahan pusat, termasuk langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya sudah mendengar dan membaca semua tuntutan. Ini akan menjadi dorongan bagi kami untuk memperjuangkan aspirasi adik-adik ke pemerintah pusat, khususnya kepada Bapak Presiden,” tegas Mirza.

Sebagai penutup, Gubernur Mirza mengingatkan pentingnya menjaga keadaan yang kondusif di Provinsi Lampung. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melestarikan kedamaian dan persatuan.

“Mari kita sama-sama menjaga Provinsi Lampung tercinta ini. Saya bangga, kita semua masih peka terhadap persoalan bangsa saat ini,” pungkas Mirza dengan penuh harapan.

Aksi ini menunjukkan bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik ketika ada komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, serta komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur yang beradab. (red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *