DAERAH  

LSM Simulasi Temukan Dugaan Mark-up Anggaran di Sekretariat DPRD Bandar Lampung, Siap Gelar Aksi Protes

Bandar Lampung – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Simulasi mengungkap dugaan penyimpangan anggaran dalam belanja barang dan jasa di Sekretariat DPRD Kota Bandar Lampung. Dari hasil kajian mendalam, organisasi ini menemukan delapan item kegiatan dengan nilai pagu yang dinilai tidak wajar dan mencurigakan.

Ketua Umum LSM Simulasi, Agung Irawansyah, memaparkan bahwa beberapa pos anggaran memiliki nilai fantastis namun tidak mencerminkan urgensi dan kebutuhan riil sebuah lembaga legislatif tingkat kota. Item-item yang disorot antara lain belanja pakaian sipil lengkap (PSL) senilai Rp475 juta, belanja modal personal komputer Rp292,5 juta, belanja kursi tamu ruang pejabat Rp150 juta, belanja alat kantor lainnya Rp295 juta, dan belanja barang bercorak kesenian Rp283 juta.

“Kami menduga kuat adanya mark-up dan penyimpangan dalam proses pengadaan di Sekretariat DPRD Kota Bandar Lampung. Beberapa item seperti belanja kursi tamu dan pakaian dinas nilainya terlalu tinggi dan tidak sebanding dengan realitas kebutuhan kerja,” tegas Agung Irawansyah, Selasa (7/10/2025).

Agung juga menyoroti belanja sewa kendaraan dinas bermotor perorangan yang tercatat mencapai Rp470 juta. Menurutnya, angka tersebut berpotensi menjadi modus lama penggelembungan anggaran yang kerap terjadi di instansi pemerintahan.

“Anggaran sebesar itu untuk sewa kendaraan dinas pribadi tidak masuk akal. Ini perlu diperiksa lebih dalam oleh aparat penegak hukum dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jangan sampai APBD justru menjadi lahan bancakan oknum birokrat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa pihaknya menduga kuat seluruh kegiatan proyek bermasalah yang ada di Sekretariat Dewan (Sekwan) Kota Bandar Lampung dikondisikan oleh oknum berinisial DD yang merasa kebal hukum.

“Informasi yang kami terima menunjukkan ada sosok di balik semua ini yang merasa tidak tersentuh hukum. Oknum berinisial DD ini diduga menjadi aktor intelektual dari praktik-praktik penyimpangan anggaran yang terjadi secara sistematis,” ungkap Agung.

Menanggapi temuan tersebut, LSM Simulasi berencana menggelar aksi demonstrasi minggu depan sebagai bentuk desakan kepada pihak berwenang agar segera menindaklanjuti dugaan korupsi ini. Aksi tersebut akan digelar di depan kantor DPRD Kota Bandar Lampung dan melibatkan sejumlah elemen masyarakat sipil.

“Kami tidak akan tinggal diam. Minggu depan kami akan turun ke jalan untuk mendesak transparansi dan audit menyeluruh terhadap penggunaan APBD di Sekretariat DPRD. Rakyat berhak tahu kemana uang pajak mereka dialirkan,” pungkas Agung.

LSM Simulasi juga telah menyiapkan laporan lengkap yang akan diserahkan kepada Kejaksaan, Kepolisian, dan BPK untuk ditindaklanjuti secara hukum. Organisasi ini berharap aparat penegak hukum dapat bertindak cepat dan tegas demi menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah. (red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *