Way Kanan – LSM Simulasi (Serikat Masyarakat Lampung Anti Korupsi) menyoroti dugaan penyelewengan dalam pengelolaan anggaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Way Kanan tahun anggaran 2024 dan 2025 yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Ketua LSM Simulasi, Agung Irawansyah menilai terdapat indikasi ketidakwajaran dalam penggunaan anggaran, terutama pada pos-pos belanja operasional yang dinilai membengkak.
“Kami mencatat ada beberapa pos anggaran yang mencurigakan dan perlu diaudit lebih lanjut. Misalnya untuk cetak dokumen di tahun 2024 saja mencapai Rp 965,45 juta dari 78 paket kegiatan. Ini angka yang sangat besar dan perlu penjelasan rinci,” ujar Agung, Jumat (24/1/2026).
Agung memaparkan, total pagu anggaran Bappeda Way Kanan untuk delapan jenis kegiatan di tahun 2024 mencapai Rp 3,16 miliar. Rinciannya meliputi belanja perjalanan dinas dalam kota Rp 319,95 juta, alat tulis kantor Rp 269,96 juta, cetak dokumen Rp 965,45 juta, cetak laporan Rp 266,7 juta, konsumsi rapat Rp 394,9 juta, jamuan tamu Rp 151,88 juta, dan perjalanan dinas biasa Rp 793,05 juta.
Sementara untuk tahun 2025, tujuh pos anggaran yang disorot mencapai Rp 1,99 miliar, dengan rincian bahan cetak Rp 741,51 juta, cetak dan penggandaan Rp 80,25 juta, alat tulis kantor Rp 238,11 juta, konsumsi rapat Rp 749,5 juta, pemeliharaan gedung Rp 73,1 juta, dan perjalanan dinas Rp 111,5 juta.
“Yang paling mencolok adalah belanja cetak-mencetak dan konsumsi rapat yang jumlahnya ratusan juta. Kami khawatir ada mark up harga atau penggelembungan volume kegiatan,” tambah Agung.
LSM Simulasi meminta Inspektorat Kabupaten Way Kanan dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit mendalam terhadap penggunaan anggaran tersebut. Agung juga mendesak Bappeda Way Kanan untuk transparan dan membuka akses informasi terkait pertanggungjawaban anggaran kepada publik.
“Kami akan terus memantau dan jika diperlukan akan melaporkan temuan ini ke aparat penegak hukum. Uang rakyat harus dikelola dengan benar dan akuntabel,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bappeda Kabupaten Way Kanan belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan LSM Simulasi.












