LSM SIMULASI Kecam Keras Dugaan Penganiayaan oleh Oknum Anggota DPRD Pesawaran

Bandar Lampung, 18 Februari 2026 – Lembaga Swadaya Masyarakat Serikat Masyarakat Lampung Anti Korupsi (SIMULASI) menyatakan kecaman keras atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran berinisial FF terhadap warga Punduh Pidada berinisial MO.

Ketua LSM SIMULASI, Agung Irawansyah, menyatakan bahwa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh wakil rakyat adalah bentuk pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.

“Kami dari LSM SIMULASI mengecam keras tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota DPRD Pesawaran. Sebagai wakil rakyat, seharusnya yang bersangkutan menjadi teladan dalam menjunjung tinggi hukum dan norma, bukan justru melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat yang seharusnya dilindungi,” tegas Agung Irawansyah dalam keterangan persnya, Rabu (18/02/2026).

Agung menekankan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap remeh hanya karena pelaku memiliki jabatan sebagai anggota dewan. Ia mendesak pihak kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional, transparan, dan tidak diskriminatif.

“Kami mendesak Polres Pesawaran untuk segera menaikkan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan apabila telah ditemukan bukti-bukti yang cukup. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, tidak peduli siapa pelakunya. Jabatan bukan alat untuk menghindar dari pertanggungjawaban hukum,” ungkap Agung.

LSM SIMULASI juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap korban yang kini mengalami trauma dan luka fisik akibat kejadian tersebut.
“Korban MO telah mengalami trauma psikis dan luka fisik yang serius. Kami mendorong pihak berwenang untuk memberikan perlindungan hukum kepada korban dan keluarganya agar tidak mengalami intimidasi selama proses hukum berlangsung,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Agung menyerukan kepada DPRD Kabupaten Pesawaran untuk mengambil sikap tegas terkait kasus ini dengan melakukan pemeriksaan internal terhadap anggotanya.
“Kami juga mengharapkan DPRD Kabupaten Pesawaran untuk tidak membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Institusi dewan harus menjaga kredibilitas dan integritasnya dengan mengambil langkah-langkah tegas, termasuk kemungkinan pemberhentian sementara terhadap anggota yang bersangkutan selama proses hukum berjalan,” tegasnya.

LSM SIMULASI menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap memberikan pendampingan advokasi kepada korban apabila diperlukan.
“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Masyarakat Lampung berhak mendapatkan keadilan, dan kami tidak akan membiarkan kasus ini tenggelam begitu saja,” tutup Agung Irawansyah.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *